Contoh Literasi Singkat

Contoh Literasi Singkat – 1 PENGEMBANGAN KUMPULAN CERPEN YANG MENDUKUNG PEMBELAJARAN MEMBACA DAN MENULIS DI SEKOLAH UNTUK SISWA SD Krisna Anggraeni, Sigit Vebrianto Susilo Universitas Majalengka ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kumpulan buku cerita pendek yang mendukung gerak baca dan menulis sekolah dasar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan modifikasi desain Borg & Gall. Subyek penelitian adalah guru dan siswa SDN Sindangkasih II. Buku ini terdiri dari tujuh cerpen yang ditulis berdasarkan hasil analisis kebutuhan dan tahapan gerakan literasi sekolah. Produk yang dihasilkan masih berupa prototype dan membutuhkan tahapan penelitian dan pengembangan lebih lanjut sebelum didistribusikan. Berdasarkan hasil uji verifikator, produk buku cerpen memperoleh skor 89% dengan kategori paling valid. Skor keterbacaan ucapan memperoleh skor 87,5 dengan kategori mudah dipahami. Disimpulkan bahwa produk kumpulan buku cerita efektif dan teksnya mudah dipahami untuk digunakan sebagai alat bantu dalam pengajaran membaca dan menulis di sekolah. Kata Kunci: Pengembangan Buku Kumpulan Pendek, Gerakan Belajar Sekolah PENDAHULUAN Keterampilan membaca memegang peranan penting dalam kehidupan karena sumber pengetahuan dan informasi diperoleh melalui kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu penting bagi siswa untuk mempelajari keterampilan membaca sejak dini. Namun, pengajaran di sekolah saat ini tidak dapat melihat hal ini. Website menunjukkan bahwa menurut hasil PISA (Programme for International Student Assessment) tahun 2015 dalam membaca, Indonesia berada di peringkat ke-64 dari 72 negara dengan skor OECD (Organization for Economic Co-operation and Development) sebesar 397, meskipun skor rata-rata OECD adalah -493. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan gagal menjadikan warganya melek huruf dan sekolah belum menjadi sumber literasi bagi anak didiknya. Dalam upaya menyadarkan pentingnya membaca, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membentuk Gerakan Literasi Sekolah (GLS). GLS memantapkan gerakan pembangunan karakter sesuai dengan Permendikbud No. 23 tahun 2015 bahwa membaca buku non kurikuler 15 menit sebelum dimulainya masa sekolah. Berdasarkan Pedoman Penyelenggaraan Literasi Sekolah di Sekolah Dasar (2016), juga disebutkan bahwa GLS didasarkan pada sembilan program penting (Nawacita) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, khususnya nomor 5, 6, 8 dan 9.. Pokok-pokok pertanyaan Nawacita adalah (5) untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat di Indonesia, (6) Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2018 249

2 meningkatkan produktivitas manusia dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia dapat maju dan bangkit bersama bangsa Asia lainnya, (8) mengubah keadaan bangsa, (9) meningkatkan keragaman dan memperkuat pemulihan masyarakat Indonesia. GLS merupakan upaya komprehensif untuk mengubah sekolah menjadi organisasi belajar dengan warga sepanjang hayat melalui keterlibatan masyarakat (Faizah et. al., 2016: 1). GLS di sekolah dasar dilaksanakan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan masing-masing sekolah. Untuk memastikan kesinambungan jangka panjang, SD GLS dilakukan dalam tiga tahap yaitu. fase pembentukan, pengembangan dan pelatihan. Peneliti melakukan pre-observation di SDN Sindangkasih II untuk melihat penerapan GLS di sekolah tersebut. Ditemukan bahwa sekolah tidak melaksanakan program GLS dengan baik karena (1) sumber daya pengajaran yang terbatas dan (2) kurangnya kesiapan warga sekolah. Penelitian ini bertujuan mengembangkan kumpulan buku cerita sebagai pendukung gerakan literasi sekolah di SDN Sindangkasih II. Alasan pengembangan produk buku cerpen set pertama mendukung tujuan spesifik keempat GLS, yaitu mendukung pembelajaran berkelanjutan dengan memperkenalkan berbagai buku pelajaran dan menyediakan ruang untuk strategi pembelajaran yang berbeda. Produk buku ini juga dapat menjadi sumber bacaan di perpustakaan atau buku pelajaran di Ruang Baca masing-masing kelas. Kedua, guru dapat menggunakan produk buku ini pada bagian latihan dengan membacakan bersama-sama (shared reading) salah satu cerpen 15 menit sebelum pelajaran dimulai. Artikel Bringing Books to Life: Using Books in the Classroom (Anggraeni, 2016) menyatakan bahwa membaca nyaring kepada siswa memberikan berbagai informasi menarik yang ditulis dalam bahasa dan dapat menjadi dasar pengembangan bahasa dan pengembangan kegiatan pembelajaran. Ketiga, mendukung perkembangan bahasa lisan anak. Dooley & Mattew (2009) menjelaskan manfaat membacakan buku cerita untuk anak, yang juga akan membantu mengembangkan bahasa lisan. Konsep tersebut juga menunjukkan pemisahan yang berkesinambungan dari unsur-unsur bacaan buku cerita anak, seperti bahasa lisan, yang memperbaiki pelabelan benda pada tahap sebelumnya. ilustrasi, cerita percakapan, cerita tertulis… Berdasarkan uraian di atas, dilakukan tahapan penelitian dan pengembangan untuk menghasilkan suatu produk.

Contoh Literasi Singkat

Contoh Literasi Singkat

3 METODE PENELITIAN Pembuatan kumpulan produk buku cerita pendek pendukung kegiatan membaca dan menulis di sekolah untuk siswa sekolah dasar berbasis penelitian dan pengembangan proyek (Research and Development). Pengertian penelitian pengembangan menurut Borg & Gall (Setyosari, 2010:194) adalah suatu proses yang digunakan untuk mengembangkan dan memverifikasi produk pendidikan. Sedangkan Trianto (2010:206) mengatakan bahwa R&D adalah rangkaian proses atau langkah-langkah untuk mengembangkan produk baru atau menyempurnakan produk yang sudah ada yang harus dipertanggungjawabkan. Menurut Borg & Gall dalam Sugiyono (2011:298), R&D memiliki 10 langkah dalam prosesnya, yaitu peluang dan masalah, pengumpulan data, pembuatan produk, verifikasi data, tinjauan desain, pengujian produk, tinjauan produk, pengujian kegunaan, tinjauan produk. , dan banyak produk. Namun karena keterbatasan waktu dan biaya penelitian, penelitian ini hanya sampai pada tahap kelima, yaitu review design prototyping. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, wawancara dan tes. Instrumen pengumpulan data berupa angket analisis kebutuhan guru dan siswa, angket penilaian konfirmatori, makalah diskusi guru dan siswa, dan tes pemahaman bacaan isian kosong. Validasi data dilakukan melalui validasi desain. Menurut Emzir (dalam Fatimah, 2017), verifikasi desain adalah proses evaluasi desain produk yang dilakukan dengan memberikan pengujian berdasarkan pemikiran logis tanpa pengujian lapangan. Analisis data kualitatif dilakukan dengan menginterpretasikan hasil wawancara dan saran serta masukan. Analisis kuantitatif dilakukan dengan menghitung hasil tes dan angket untuk membuat persentase dan prosedur tes dan disajikan dalam bentuk tabel. HASIL DAN PEMBAHASAN Kelebihan dan Masalah Identifikasi kelebihan dan masalah dilakukan melalui (1) observasi kegiatan belajar mengajar bahasa Indonesia di SDN Sindangkasih II, (2) identifikasi sumber belajar di perpustakaan, (3) wawancara pendahuluan dengan guru, siswa dan kepala sekolah mengenai tingkat penerapan GLS dan kebutuhan bahan ajar. Berdasarkan hasil identifikasi potensi masalah ditemukan bahwa (1) kegiatan pembelajaran tidak berlangsung di lingkungan perumahan, (2) perpustakaan sekolah kekurangan sumber belajar dan tidak adanya pojok baca di setiap kelas, dan (3) GLS tidak berada pada tingkat yang tinggi di bagian membaca kelas. Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner untuk menganalisis kebutuhan guru dan siswa. Daftar Soal Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2018 251

Bahan Ajar Ipa Berbasis Literasi Sains

4 guru menggunakan skala Likert empat tanggapan. Analisis kebutuhan guru terhadap koleksi buku cerpen meliputi lima faktor yaitu (1) faktor kebutuhan tema cerita, (2) faktor kebutuhan penyajian buku, (3) faktor bahasa dan gambar pendukung, (4 ) ) faktor kebutuhan fisik/jadwal buku. Kuesioner Siswa menggunakan fitur yang sama namun dengan pilihan jawaban Yes/No untuk memudahkan siswa menjawab. Angket diperkenalkan untuk menganalisis kebutuhan guru dan siswa SDN Sindangkasih II dari kelas I sampai kelas IV. Desain produk Berdasarkan hasil analisis kebutuhan, disusun desain awal produk buletin. Pada gambar berikut, peneliti menyajikan contoh desain produk yang pertama. Gambar 1 Contoh Desain Awal Validasi Desain Produk Kumpulan Cerpen Tes validasi buku melibatkan delapan ahli, yaitu (1) Ahli Bahasa (2) Ahli Desain Grafis (3) Guru Kelas I, (4) Guru Kelas II, (5) ) guru kelas III, (6) guru kelas IV, (7) guru kelas V, (8) guru kelas VI. Hasil tes penguji ada pada tabel berikut ini. Tabel 1. Replikasi hasil uji verifikator pada kumpulan cerita no. Skor Aspek Kategori 1. Sampul Buku 96% Sangat Dapat Diterima 2. Anatomi Buku 88% Sangat Dapat Diterima 3. Judul Buku 96% Sangat Dapat Diterima 4. Isi 83% Sangat Dapat Diterima 3. Relevansi Isi 88% Sangat Dapat Diterima 4. Bahasa 75% Valid 5. Presentasi 92% Sangat Valid 6. Ilustrasi 88% Sangat Valid 7. Persetujuan dengan Rating GLS 96% Sangat Valid 89% Kesimpulan Efektif Lokakarya Nasional Pendidikan Dasar 2018 252

Contoh Literasi Singkat

5 Selain peer review, peneliti juga melakukan tes keterbacaan ucapan pada kumpulan buku cerita dengan sampel 50 siswa di SDN Sindnagkasih II. Hasil pengujian menunjukkan bahwa validitas buku ini berada pada kategori mudah dipahami dan nilai rata-rata siswa adalah Product Review. Beberapa hal yang diperbaiki yaitu (1) buku dicetak bolak-balik untuk mengurangi ketebalan buku dan menghemat kertas, (2) memperbaiki kesalahan ketik dan EYD pada teks cerpen, dan (3) menambah nilai tokoh di akhir cerita. Prototipe Hasil penelitian dan pengembangan berupa prototipe kumpulan cerita untuk mendukung gerakan literasi sekolah bagi siswa sekolah dasar. Isi buku ini meliputi (1) sampul judul, (2) halaman judul, (3) kata pengantar, (4) daftar isi, (5) tujuh cerita, (6) halaman permainan, (7) biografi pengarang, dan ( 8) halaman belakang: ringkasan isi buku. Untuk setiap judul cerpen, terdapat judul cerpen, isi cerpen, grafik terkait cerpen, nilai karakter, dan konten khusus. Untuk konten khusus, berbeda untuk setiap cerita. Konten khusus ini berupa kolom pelajaran, kolom pembelajaran bersama, kolom karakter, dan kolom ulasan literatur. Contoh produk akhir dari kumpulan berita ditunjukkan pada gambar di bawah ini. Gambar 3 Contoh desain produk buku cerita akhir KESIMPULAN DAN SARAN Hasil penelitian dan pengembangan

Literasi dongeng singkat, contoh literasi novel singkat, contoh literasi, contoh soal literasi, contoh soal literasi kelas 5, contoh cerita literasi singkat, literasi cerita malin kundang singkat, contoh literasi buku fiksi singkat, literasi buku cerita singkat, kumpulan literasi singkat, literasi buku fiksi singkat, literasi novel singkat

Posting Komentar untuk "Contoh Literasi Singkat"